Pada tanggal 01 oktober 2013, saya berniat mengantarkan
ibu saya untuk mengunjungi saudara kami yang ada di wonogiri tepatnya di desa Tiyoso,
kecamatan ngadirojo.
Pada kesempatan itu kami memanfaatkan dengan
sebaik-baiknya waktu yang hanya sekitar 12 hari saja yang terhitung sejak dari
kami berangkat hingga kami kembali.
Pada kesempaan itu pula saya mencoba mengabadikan
momen-momen yang bagi saya sangat bersejarah, dan merupakan pengalaman yang
tidak terlupakan, karena meskipun hanya sebuah dusun di lereng pegunungan,
namun desa Tiyoso adalah sebuah desa yang telah melahirkan leluhur kami, ibu
kami, kakek dan nenek kami, dan semua saudara-saudara kami tumbuh dan membangun
hidup dari zaman ke zaman hingga sampai saat ini. Wajar saja saja bagi saya
desa ini adalah desa yang paling istimewa, karena dari sinilah sil-silah
keluarga kami dibangun.
Bagi masyarakat desa Tiyoso mungkin sudah terbiasa dengan
keadaan dan suasananya, namun bagi saya yang baru pertama kali menginjakan kaki
di desa yang berkabupaten di wonogiri ini, merasa sangat menikmati disetiap
lorong-lorong dan beberapa ruas jalan yang seakan membuatku selalu ingin jeprat-jepret dengan Nikon D3000
kesayanganku. Hingga suatu pagi kusempatkan sendirian untuk mengabadikan
sudut-sudut desa dengan menaiki motor Mega
Pro New kepunyaan Pak-Lek Jumadi (paman saya di tiyoso) yang kebetulan
selalu disediakan untuk kami jika ingin melihat sekeliling desa. Dari awal aku
memasuki desa Klepu dan setelah sempat jeprat-jepret ahirnya kususuri jalan
hingga ke desa gumawang dan sekitarnya.
Untuk memasuki desa Tiyoso sangatlah mudah, alasan ini
sangat memungkinkan karena sarana transportasi-nya yang terbilang sangat bagus,
akses jalan menuju ke desa sudah diperkeras dengan Batu Cor. Untuk masuk ke
desa ini ada terdapat beberapa belokan yang dapat dilalui diantaranya :
Melalui simpang Ngadirojo, yang tepatnya di pasar
ngadirojo, atau bisa melalui desa Sido Kriyo, jika kita lewat jalur ini maka
akan lebih mudah karna selain jalanya yang bagus arahnyapun hanya lurus dan
tidak perlu belak n belok. Tapi tetap diingat harus tanya sama orang-orang
setempat, supaya tidak kebablasan, wong masyarakatnya itu ramaaaah...
ramaaahh... buangets kok.
Oiya dari tadi saya pengen kenalan sama temen-temen yang
lagi mampir ke blog saya, sebenernya baru kemarin saya kepikir pingin buat blog
tentang desa leluhur-ku itu (sory nada
bicaranya udah beda, soalnya saya kan lahir di sumatera selatan OKU Timur),
ga tahu kenapa, e..e tiba-tiba pengen buat aja, wong saya nulis aja belum bisa, apalagi buat merangkai kata-kata yang
kaya blogger sejati tu, waduuuh... kayaknya jauh panggang dari api, nahh.. dari
situ kiranya maaf n sory.. sory.. sory... banget kalo artikel saya banyak
salahnya.
Ya. Sampai lupa mau kenalan, mengenai pribadi, saya lahir
pada tanggal 03 bulan mei tahun 1984, Di Desa Tekorejo, Dusun-nya Yosopuro,
Kecamatanya Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Propinsinya
Sumatera Selatan, masih lom tahu juga ne.. kota yang Stadion sepak bola-nya
namanya Jakabaring, Clup-nya namanya Sriwijaya FC, kota besarnya Palembang.
Masih ga tahu juga ne terahir, pernah lihat jembatan Ampera ga, pernah dong
meski di TV, na tuh.. na jembatan kito.. tuh... !!! (iya.. ga usah ngotot...!!huh ludahnya sampai
muncrat-muncrat).
Beberapa tempat telah saya abadikan dan dibawah ini
adalah foto-foto yang saya upload.
Sampai disini dulu ya, kalo da waktu lain kali disambung
lagi,
wonogiri sukses...!

Tidak ada komentar:
Posting Komentar