Minggu, 06 Juli 2014

jalan jalan didesa tiyoso klepu



Pada tanggal 01 oktober 2013, saya berniat mengantarkan ibu saya untuk mengunjungi saudara kami yang ada di wonogiri tepatnya di desa Tiyoso, kecamatan ngadirojo.
Pada kesempatan itu kami memanfaatkan dengan sebaik-baiknya waktu yang hanya sekitar 12 hari saja yang terhitung sejak dari kami berangkat hingga kami kembali.
Pada kesempaan itu pula saya mencoba mengabadikan momen-momen yang bagi saya sangat bersejarah, dan merupakan pengalaman yang tidak terlupakan, karena meskipun hanya sebuah dusun di lereng pegunungan, namun desa Tiyoso adalah sebuah desa yang telah melahirkan leluhur kami, ibu kami, kakek dan nenek kami, dan semua saudara-saudara kami tumbuh dan membangun hidup dari zaman ke zaman hingga sampai saat ini. Wajar saja saja bagi saya desa ini adalah desa yang paling istimewa, karena dari sinilah sil-silah keluarga kami dibangun.
Bagi masyarakat desa Tiyoso mungkin sudah terbiasa dengan keadaan dan suasananya, namun bagi saya yang baru pertama kali menginjakan kaki di desa yang berkabupaten di wonogiri ini, merasa sangat menikmati disetiap lorong-lorong dan beberapa ruas jalan yang seakan membuatku selalu ingin jeprat-jepret dengan Nikon D3000 kesayanganku. Hingga suatu pagi kusempatkan sendirian untuk mengabadikan sudut-sudut desa dengan menaiki motor Mega Pro New kepunyaan Pak-Lek Jumadi (paman saya di tiyoso) yang kebetulan selalu disediakan untuk kami jika ingin melihat sekeliling desa. Dari awal aku memasuki desa Klepu dan setelah sempat jeprat-jepret ahirnya kususuri jalan hingga ke desa gumawang dan sekitarnya.
Untuk memasuki desa Tiyoso sangatlah mudah, alasan ini sangat memungkinkan karena sarana transportasi-nya yang terbilang sangat bagus, akses jalan menuju ke desa sudah diperkeras dengan Batu Cor. Untuk masuk ke desa ini ada terdapat beberapa belokan yang dapat dilalui diantaranya :
Melalui simpang Ngadirojo, yang tepatnya di pasar ngadirojo, atau bisa melalui desa Sido Kriyo, jika kita lewat jalur ini maka akan lebih mudah karna selain jalanya yang bagus arahnyapun hanya lurus dan tidak perlu belak n belok. Tapi tetap diingat harus tanya sama orang-orang setempat, supaya tidak kebablasan, wong masyarakatnya itu ramaaaah... ramaaahh... buangets kok.
Oiya dari tadi saya pengen kenalan sama temen-temen yang lagi mampir ke blog saya, sebenernya baru kemarin saya kepikir pingin buat blog tentang desa leluhur-ku itu (sory nada bicaranya udah beda, soalnya saya kan lahir di sumatera selatan OKU Timur), ga tahu kenapa, e..e tiba-tiba pengen buat aja, wong saya nulis aja belum  bisa, apalagi buat merangkai kata-kata yang kaya blogger sejati tu, waduuuh... kayaknya jauh panggang dari api, nahh.. dari situ kiranya maaf n sory.. sory.. sory... banget kalo artikel saya banyak salahnya.
Ya. Sampai lupa mau kenalan, mengenai pribadi, saya lahir pada tanggal 03 bulan mei tahun 1984, Di Desa Tekorejo, Dusun-nya Yosopuro, Kecamatanya Buay Madang Timur, Kabupaten Ogan Komering Ulu Timur, Propinsinya Sumatera Selatan, masih lom tahu juga ne.. kota yang Stadion sepak bola-nya namanya Jakabaring, Clup-nya namanya Sriwijaya FC, kota besarnya Palembang. Masih ga tahu juga ne terahir, pernah lihat jembatan Ampera ga, pernah dong meski di TV, na tuh.. na jembatan kito.. tuh... !!! (iya.. ga usah ngotot...!!huh ludahnya sampai muncrat-muncrat).
Beberapa tempat telah saya abadikan dan dibawah ini adalah foto-foto yang saya upload.


















Sampai disini dulu ya, kalo da waktu lain kali disambung lagi,
wonogiri sukses...!


Tidak ada komentar:

Posting Komentar